Keriuhan di balik Obsat ke-187: Alam Pikir Slank #33ThNgeROCK

Persiapan

Kamis, 19 Januari 2017, menjadi salah satu hari bersejarah untuk Obsat dan Beritagar.id. Setelah hilir mudik ke gang Potlot, dimana Markas SLANK berada, akhirnya terlaksana juga Obsat yang ditunggu banyak orang.

Obsat ke-187 adalah Obsat yang bersejarah, karena ini pertama kalinya Beritagar.id membuatkan situs mini untuk musisi/band dengan pendekatan analisis data mengenai lirik lagu dari setiap karyanya. Terlebih, Slank merupakan band legendaris di Indonesia di mana karyanya sesuai dengan zaman dan juga penuh dengan pesan sosial.

Merayakan ulang tahun Slank ke-33 (Slank terbentuk pada 26 Desember 1983), beberapa bulan lalu tim data Beritagar.id memutuskan memberikan persembahan minisite untuk Slank.

Tak disangka, Bimbim dan Kaka memberikan respon positif saat Beritagar.id mempresentasikan seperti apa minisite tersebut. Slank terkejut dan takjub dengan detail minisite yang berisikan analisis dan visual hingga terbentuk narasi lengkap pada setiap interpretasi lirik dari 21 album studio yang berisi 274 lagu.

Dengan bantuan penuh dari Pulau Biru Management, area parkir Markas Slank disulap menjadi venue acara Obsat ke-187. Tenda dan flooring lengkap dengan karpet sudah tersedia bagi para undangan serta peserta Obsat. Untuk mengantisipasi jumlah hadirin yang melebihi kuota, Obsat ke-187 kembali pada konsep semula, yaitu lesehan.

Obsat ke-187 hanya terbuka untuk 100 pendaftar dari website Obsat, meskipun begitu, semuanya habis terisi.

Pukul 16.00, sudah tampak puluhan Slanker nongkrong di sekitar Markas Slank. Pada awalnya tim Beritagar.id agak khawatir jumlah Slanker yang datang akan melebihi kuota. Namun pada kenyataannya tidak.

Pukul 18.00 saat Slanker yang sudah hadir di sekitar markas Slank telah dipersilahkan masuk, dengan sopan mereka berkata bahwa Slanker harus menunggu instruksi dari pimpinan SFC cabang untuk bisa masuk. Kedisiplinan para penggemar Slank terhadap aturan yang dibuat sungguh membuat salut.

Bertahap, peserta Obsat mulai datang, begitu juga anggota SFC dengan rapi dan teratur mengantre untuk registrasi ulang di pintu masuk. Satu kata untuk Slanker saat itu, teratur. Tampaknya aturan untuk disiplin, terutama dalam mengantri sudah ditanamkan sejak lama kepada Slanker khususnya bila ada acara di markas Slank.

Setelah mendaftar ulang, semua peserta dipersilakan mengambil makan malam yang sudah disediakan. Satu lagi yang mengagumkan, Bunda Ifet sejak dulu selalu memberi wejangan kepada Pulau Biru Management; bila membuat acara mengundang orang (Slanker), maka mereka (Slanker) harus diberi makan. Sungguh mulia, padahal mungkin Slanker tidak berharap apa-apa selain bisa melihat idola mereka dari jarak dekat.

Acara Obsat ke-187: Alam Pikir Slank

Pukul 19.15, lebih kurang 130 Slanker sudah mengisi area yang disediakan untuk penonton. Hanya berjarak tiga meter dengan band legendaris ini, Slanker bisa berada sangat dekat dengan idola mereka.

MC sekaligus moderator Obsat, Iqbal Prakasa dari Beritagar.id membuka acara dengan mempersilakan personel Slank masuk ke venue. Diawali dengan Ridho, kemudian Ivanka, lalu Kaka datang ke area panggung. Dengan gaya yang casual, para punggawa Slank ini nyaman duduk di kursi yang sudah disiapkan. "King" Bimbim hadir sedikit terlambat menjadi bintang malam itu.

Selain personel Slank, Obsat ke-187 malam itu juga dihadiri oleh Bagus Takwin, psikolog sekaligus dosen dan peneliti dari UI, yang juga seorang Slanker.

Acara diawali dengan sedikit penjelasan dari Chief Data Officer Beritagar.id Suwandi Ahmad (biasa dipanggil mas Wandi) mengenai minisite Slank yang kami persembahkan untuk Slank. Tampak Kaka, Bimbim, Ridho dan Ivanka, menyimak serius penjelasan dari mas Wandi. Beberapa kali Bimbim dan Kaka mengambil foto dan video dari presentasi di layar.

Sekitar 10 menit mas Wandi menjelaskan minisite tersebut. Bimbim pun memberi semangat agar Slanker mau membaca slank.beritagar.id dan menambah wawasan mereka mengenai Alam Pikir Slank selama 33 tahun berkarya.

Di luar rundown, Slank mengawali acara dengan bernyanyi. Semua yang hadir menjadi histeris dan berdiri mendekat. Dengan jarak kurang dari dua meter, terbayang betapa dekat posisi Slanker. Baru lagu pertama, semua orang sudah turut bernyanyi bersama.

Lagu berjudul "Maafkan" dari album pertama Slank, Suit Suit... He He (Gadis Sexy) menjadi pembuka. Menuruti permintaan peserta, Slank membawakan lagu "Terlalu Manis" sebagai lagu kedua dengan diiringi ratusan kamera handphone yang merekam dan bernyanyi bersama.

Obsat ke-187: Alam Pikir Slank dimulai sesaat setelah Slank selesai membawakan lagu kedua. Diskusi malam itu mengalir lancar. Para hadirin dengan khidmat mengikuti jalannya diskusi. Satu per satu topik dalam minisite slank.beritagar.id dikupas saat itu.

Mulai dari makna di setiap lagu, emosi, hingga kata unik yang tersebar di seluruh lagu Slank. Malam itu, tak hanya minisite, tapi benak Slank selama 33 tahun berkarya benar-benar ditelanjangi. Para hadirin dipastikan mengenal lebih dekat dengan tiap-tiap personel Slank melalui analisis yang dipaparkan dalam minisite Slank serta keterkaitannya dengan psikologi.

Bagi mereka yang ingin meramaikan Obsat ke-187 namun berhalangan hadir maupun di luar kota, tim Obsat menyiapkan Live Stream spesial via Facebook di akun BeritagarID. Di luar dugaan, antusiasme Slankers seluruh Indonesia yang menonton Live Stream saat itu pun meluap hingga 16ribu-an penonton.

Slank merupakan persembahan dari tim Beritagar.id untuk merayakan ulang tahun ke-33 band legendaris Indonesia, Slank. Dalam minisite, Beritagar.id menelusuri, menelanjangi, dan membedah alam pikir Slank berdasarkan karya-karyanya. Bukan sekadar interpretasi, pembedahan dilakukan dengan pendekatan analisis data. Setiap lirik dalam setiap lagu yang ada di seluruh album studio Slank disajikan dalam angka. Siapa personel yang paling berperan aktif dalam pembuatan lagu, emosi apa yang ada di dalam lagu, apa arti di balik lagu, hingga kata per kata yang sering digunakan dalam album Slank dapat Anda temukan di slank.beritagar.id

BACA JUGA