Journocoders: Survei Data Analisis

Journocoders Indonesia
Journocoders Indonesia
© beritagar.id /beritagar.id

Journocoders Indonesia kembali mengadakan kegiatan rutinnya pada bulan ini. Dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Oktober lalu sekitar 20 orang dari berbagai latar belakang media berkumpul di kantor Beriatagar.id.

Journocoders Indonesia Meet Up ke delapan kali ini mengangkat tema tentang Survey Data Analysis. Para jurnalis dan mereka yang bergerak di bidang media, belajar tentang pengolahan data.

Kegiatan awal, dibuka dengan pemaparan materi oleh pembicara pertama mengenai Analisis Survey Data yang dilaksanakan di Tirto.id. Mengangkat fenomena Generasi Z sebagai salah satu contoh data yang telah rampung dikerjakan, Desi Purnamasari yang merupakan Researcher Tirto.id menjelaskannya secara terperinci.

Diawali dengan riset, Desi mengaku bahwa tidaklah mudah menemukan fakta-fakta yang terjadi di era Generasi Z kali ini. Desi menyatakan, menentukan masalah yang tepat, dan yang hendak diangkat adalah langkah awal untuk menentukan sebuah riset tersebut dapat dilakukan. Mencari informasi, menentukan metode yang akan digunakan, hingga mengemasnya secara sistematis merupakan langkah lanjutan untuk melengkapi riset yang akan dikerjakan.

Tak hanya itu, Desi juga menjelaskan bahwa pilihan sumber data juga menjadi penentu. Dalam kasus Generasi Z kali ini, sumber data primer dipilih sebagai langkah yang tepat untuk mengumpulkan segala data dan informasi yang terkait. Sumber data primer disini berarti penelitian yang dilakukan memakan waktu yang relatif lama, dengan keterlibatan yang dilakukan peneliti terbilang cukup tinggi.

One on one interview dipilih Desi sebagai langkah mereka dalam melakukan survey data analysis. Walaupun terbilang bukanlah jenis riset yang ramah dikantong, Desi mengaku bahwa dengan suvey seperti inilah data yang terkumpul akan lebih mudah diidentifikasi.

Mereka yang masih duduk dibangku sekolah dasar, hingga menuju gelar sarjana menjadi target penelitian Desi mengenai Generasi Z. Menariknya, ada dua fakta yang ditemukan berdasarkan riset yang dilakukan mengenai Generasi Z.

Pertama, Generasi Z yang masih berada dijenjang sekolah menengah keatas, cenderung memilih untuk melanjutkan pendidikan sarjana mereka didalam negeri. Bagi mereka tinggal dekat dengan orang tua atau keluarga adalah alasan terbesar enggan untuk melanjutkan perkuliahan di luar negeri. Generasi Z merasa fasilitas, dan daya pendidikan di Indonesia sudah cukup memadai tanpa harus berpikir negara lain sebagai pilihan.

Sama halnya ketika riset tersebut dilakukan kepada para mahasiswa. Ketidak inginan mereka untuk bekerja di luar negeri, dikarenakan mereka merasa sudah cukup dengan adanya lapangan pekerjaan di Indonesia. Ditambah rasa ingin selalu dekat keluarga pun menjadi dasar kuat untuk bertahan.

Fakta terakhir adalah tentang Generasi Z dibangku sekolah dasar. Keinginan mereka untuk menonton suatu judul film di bioskop, bukan lagi karena saran yang diberikan atau karena ajakan orang tua melainkan preferensi mereka sendiri. Mereka sudah mampu menentukan berdasarkan keinginan pribadi.

Setelah sesi yang dipandu Desi, acara dilanjutkan dengan membahas MBA Skills Gap Survey in the UK bersama The Financial Times Data Journalist, Patricia Nilsson.

Melalui sambungan video interactive, Patricia menjelaskan tentang bagaiman sebenarnya Gap Survey di UK khusunya berdasarkan salah satu tulisan yang diunggah oleh The Financial Times.

Riset yang dilakukan Financial Times bertujuan untuk mengetahui kriteria atau skills lulusan seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh perusahan-perusahan di UK, dan perusahaan seperti apa yang diimpikan oleh para lulusan MBA dengan skills tertentu. Hingga adanya kemungkinan memunculkan gap antara kedua pihak tersebut.

Selama satu jam, Patricia menjelaskan proses risetnya yang dilakukan ke beberapa perusahaan dan lulusan MBA. Termasuk dengan adanya beberapa pertanyaan dalam diskusi kali ini mengenai sampling error, hingga metode yang Patricia gunakan.

Sebagai pengingat, Journocoders Indonesia Meet Up merupakan suatu komunitas bagi para jurnalis dan orang yang bergerak di bidang media untuk berdiskusi dan belajar bersama yang diadakan rutin setiap satu bulan sekali.

BACA JUGA